Potong Pohon Bodoh
Tepat hari sabtu, tapi saya lupa tanggal berapa itu tapi jelasnya pada tahun 2020 kalau tidak salah sih. Saya pergi ke Rumah baru untuk bersih bersih niatnya. Hari itu saya minta bantuan 2 teman saya Wendy dan Fajrur. Kami pergi ke perumahan baru saya yang kondisinya mengenaskan saat itu, maklum perumahan subsidi (yah, tau lah kondisinya bangunnya seperti apa?). Kami kebetulan membawa golok yang tujuannya untuk bersih bersih rumput, potong ranting - ranting pohon liar yang tumbuh di tanah seluas cuman 60 meter persegi.
Lokasi Rumah saya ada danau atau kata orang sini kobakan. Saat itu wendy dan fajrur melihat lihat sekitaran danau. Saya sedang membersihkan halaman belakang rumah yang banyak rumput dan pohon ceris liar. Pohon Ceris liar ini sudah tumbuh besar sekitar 7 meter ke atas, kebayang tuh tingginya pohon tersebut. Tanpa pikir panjang saya hunuskan golok pada batang pohon ceris yang kira - kira diameternya 10 sampai dengan 15 sentimeter. Disini kita harus bisa menganalisa Keselamatan Kesehatan Kerja (K3). Karena saya tanpa pikir panjang jadinya gak terpikir juga tuh K3 nya, main potong aja. Dan disitu saya sudah potong batang pohon ceris tadi sudah hampir roboh pohonnya. Bodohnya saya motongnya sendiri, kebayangkan beratnya pohon 7 meter itu. Set set set... robohlah itu pohon
Lho lho lho... gak kuatlah saya nahan pohon yang roboh itu hampir kena atap tetangga samping.
"Waduh, gimana ini? Mana berat banget lagi, kalau kena tetangga samping bisa berabe ne?"
Saya lantangkan suara
"Jrur, Wendy.... Tolong....Tolong...Tolong"
Sudah dipanggi, berkali-kali kagak nongol juga ini bocah-bocah.waktu terus berjalan semenit, dua menit sampai hampir 20 menit saya tahun itu batang kayu.
Fajrur datang sama wendy. Mereka rupanya mendengar suara saya sayup sayup minta tolong. Segeralah mereka tergopoh-gopoh menuju tempat saya.
"Astagfirullah, mas jek! Ngapa kagak bilang sih mas kalau mau motong ne pohon?" Seru Fajrur
"Lha! Gimana Jrur? udah terlanjur kepotong" seru saya lagi
"Set dah, Mas jek" Wendy juga sambil tergopoh-gopoh
Sambil ngomel mereka membantu saya untuk memegang batang pohon ceris itu. Wah, masih untung mereka tepat waktu. Kalau tidak hajur itu atap rumah orang.
"Lha, bagimana sih Mas Jek, namanya motong itu lha dari atas dulu lah, dipapras daun-daunnya. Rantingnya dulu, lha ini Mas Jek, langsung potong aja batang utamanya, lha berat pak!"
Wendy ngomong
Sambil terkekh saya bilang
"Lha iya ya..."
Hari itu juga saya menyadari kebodohan saya, yang saya lakukan tanpa pikir panjang
0 Response to "Potong Pohon Bodoh"
Post a Comment