Celana Sobek

Hari ini saya mau ngasih pelumas pintu pagar depan yang sudah lama berisik karena rodanya udah kering akibat cuaca  juga. Oli sudah saya siapkan. Oli bekas tersebut saya ambil dari bekas oli gardan motor saya yang mogok sebelumnya. Pada hari itu saya sudah mandi dan pakai seragam kerja juga.

Pintu pagar akan saya perbaikin, saya lakukan pengujian dulu. Saya buka dan tutup, untuk mengetahui gimana bunyi. Terdengar derak pintu yang kencang. Kemudian saya ambil oli bekas, di wadah kecil warna kuning. Saya buka tutup oli tersebut yang saya tutupi dengan plastik bekas kopi kapal api dan karet merah buat. Persiapan komplit.

Mulailah saya diposisi untuk melakukan pelumasan. Posisi saya disini diharuskan jongkok. Menghadap pintu gerbang. Saya jongkok dan oli saya kocorkan ke pintu. Dan posisi itu menjadi blunder buat saya. Kenapa bisa blunder? celana kerja yang saya pakai pada saat posisi jongkok terjadi sobek paca jahitannya pas ditengah tengah lagi, terdengar pula suara nyaring sekali. Dan pada waktu itu juga ada tetangga yang menyaksikan kejadian celana sobek tersebut. Suara " krek" yang sangat kencang membuat kejadian tersebut terbroadcast secara automatis ke tetangga.

Waduh benar benar malu abis saya waktu itu. Tanpa ambil waktu yang panjang, saya langsung lari tunggang langga masuk ke rumah untuk mengganti celana tersebut.

Disini saya berpikir dan menjadi pelajaran buat saya bahwa celana juga ada masa ekspayetnya juga seperti makanan, dalam hal ini benang jahitnya.

Tapi saya juga merasa beruntung juga. Coba kalau kejadian ini sudah sampai saat saya di Kantor. Waduh bisa bingung mau pakai celana apa? Kantok plastik bisa saya pakai juga kali

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Celana Sobek"