Old Man & Semangat
Nampak Pak Tua berjalan dari tepian jalan P.B Sudirman dengan memikul barang perbot rumah tangga. Mata sudah sayu, tubuhnya tersisa barkas-berkas otot yang kuat dan badan yang sedikit membungkuk terbungkus kulit yang sudah keriput menunjukan alur perjuangan hidupnya. Pak Tua ini selalu ada di Jalan PB. Sudiman, setahun berlalu aku berlabuh jauh dari kampung halamanku. Saat Aku buka situs jejaring sosial, Aku dapati Muhammad Maulana Arialansyah memamerkan hasil karyanya berupa foto Pak tua itu. Aku teringiang kembali oleh bayangan masa kecilku. Pada awalnya aku selalu merengek pada Ibu ketika aku melihat seorang anak lelaki bermain mobil-mobilan dari bahan plastik. Saat aku masih mengaji bersama Ustadz dan Ustadza. Ibu menjemputku, mengajakku untuk ke pasar, karena ibu berjanji padaku untuk membelikanku mobil-mobilan, Agar aku tak merengek lagi meminta terus pada ibu, walau ibu harus membanting tulang lebih keras dengan menjual kecap dari rumah ke rumah.Beliau masih menyisihkan untukku. aku pergi dengan ibu dengan menunggang becak Pak War. Kala itu aku hanyalah anak kecil yang tak tahu betapa susah mencari sekoin rupiah. aku hanya ingin seperti anak-anak lain.
Perjalan tanpa kendaran polusipun sampai pada pasar kota Lumajang. Ibu langsung menutunku menuju pasar. Bau-bau bertebaran dimana,disegala penjuru. Aku tetap berjalan, dan bertemu dengan Seorang yang menjual mainan mobil-mobilan. Kala itu tubuh kakek itu masih sedikit lebih bugar. Aku ingat sekali saat memilih mobil-mobil warna biru dengan model jeep penjelajah alam lepas. Kebanggaan tergambar didadaku saat mendapatkan mainan itu. Dengan begitu jujur dan penuh keramahan kakek itu menerima uang dari ibuku, senyum merkah dari bibir yang menutupi gigi ompongnya. aku lupa harga dari mobil-mobilan itu.
Walau panas, dingin apapun kakek itu tetap betahan dengan menjual perabot dapur dan sejenisnya. Aku salut dengan kegigihanya. Pernah saat aku duduk dibangku SMA aku menjumpai kakek itu tetap menunggu dan memikul dagangannya, sungguh ironi pula. Kenapa Ia harus berjuang keras terus bekarja menjual barang-barang perabot? Aku tak sanggup melihatnya. Dan Kemana sanak saudara kakek itu??? dan dimana pula anak-anaknya??? apakah kakek itu hidup sebatangkara? hingga Ia berjuang keras sampai tua untuk memenuhi kebutuhanya sendiri.
aku berkata dalam hati kelak jika aku sudah menjadi orang, aku harus bisa membahagiakan orang tuaku. agar mereka bisa menikmati hidup dihari tua menyakasikan cucu-cucunya bermain tumbuh dewasa. Dan masih bisa tersenyum memberi kasih sayang kepada kami anak-anaknya, hingga akhir hayatnya.
Dan Muhammad Maulana Arialansyah-lah yang mengingatkan dengan berjuta kegigihan manusia untuk bergelut dengan dunia tanpa harus berpangku tangan dengan orang lain. Dan masih ada didunia ini yang kurang dari kita, tapi dengan tetap semangat mereka terus dan tanpa padam berusaha untuk mengais rezeki.kenangan itu membuatku sadar untuk tetap berusaha lebih baik, bersemangat untuk terus maju melawan dunia.
24 Hour Again mengantarkan lagu semangatnya "Menangkap Mimpi". Dan hidupku di perantau dimulai lagi
"Everydays Always Be Passion"

1 Response to "Old Man & Semangat"
Perjuangan Tak pernah Berhenti hingga Ujung waktu.
Thanx kawan.. artikelmu sangat inspiratif.
Post a Comment