Lumajang, Bahasa Madura atau Inggris?
"I miss u full my city." Itulah ungkapan dalam bahasa madura. Tapi sejak kapan grammer bahasa madura berubah menjadi begitu. Aku cinta dengan kotaku. Entah kapan aku bisa kembali mambangun impianku disana dan Aku janji yang aku ucapkan dengan bahasa madura lagi "I'll go back someday. and realize my dream" Tiba-tiba ada seseorang menepuk pundakku dari belakang, Orangnya berkaca mata tebal dan berkata " Tahu gitu ga tak luluskan kamu." Ternyata yang menepuk itu adalah Pak Dri sang guru bahasa Inggris saya ketika di SMKN 1 Lumajang. Aku baru tahu bahasa itu sudah berganti bahasa Inggris.
Ketika aku melihat sebuah iklan Televisi yaitu iklan permen, dengan anak-anak kecil naik sepeda, kemudian bertemu dengan jurang. Mereka bingung tidak ada jalan lagi, akhirnya mereka memutuskan untuk makan permen tersebut lidahnya berubah warna warni mejikuhibiniu. Tiba-tiba atau Sudenly dalam bahasa maduranya.Mereka bisa hebat terbang melawati jurang-jurang. Hm.... bahaya sekali iklan ini kalau dipraktikan langsung oleh anak kecil pasalnya iklan ini untuk anak kecil dan hari minggu lagi ditayangkanya. #plak.... "sekali lagi ngomong bahasa madura tak tarik ijazahmu", Pak Dri Marah.
Pak Dri datang dengan vespanya.
Tapi dari jedah iklan tersebut membuka kembali lembaran-lembaran utangku... eh salah tapi lembaran-lembaran ingatanku. Sebab mereka mengingatkanku dengan Lumajang Kampung halaman tercinta yang aku sebut Negeri Dalam Mangku. Karena dikelilingi oleh pegunungan. The City of Mahameru dan Banana City. Dikampungku itu tak banyak Traffic jam. Kamu tahu apa itu traffic jam? baik kita artikan Traffic = Lalu lintas, Jam=Selai, jadi artinya adalah lalulintas selai.
Ton...Teronton...Ton...
Suara Vespa Pak Dri kembali bergema telingaku. " Le, kalau masih mengartikan yang aneh-aneh tak pecat dadi murid kowe." Aku takut bukan kepalang ternyata Pak Dri tahu alamat blog saya namakuchukak.blogspot.com.
Next Pak Dri pergi juga. Baiklah lanjut, memang ga sepusing dikota besar. Semua lancar tanpa hambatan jadi orang keluar kamar mandi itu lega. kok jadi gitu????
Maksudnya Traffic Jam-nya. Aku teringat saat masih mudah. emg sekarang sudah tua? Aku kemana naik sepada goes tanpa motor sudah sampai kemana saja kita mau. Hawa yang sejuk menjadikanku dan kawan-kawan menikmati alam kotaku dengan menuggang roda goes ini. Ah.... aku tak berfikir punya sepeda motor. walau terkadang aku meminjamnya dari bapakku, berbeda dengan anak-anak yang bermotor. Kami Anak yang cinta lingkungan menunggang sepeda goes lebih sehat. Katanya sebuah iklan " Cuma hari ini berkeringan, besok tambah bau." hehehe, Aku rindu dengan lalu lintas kotaku. tak ada polisi cepek,hanya polisi sungguhan. Tak ada polisi tidur, hanya Polisi yang tidur saat malam dirumahnya. itulah kotaku.
Alun-alun kota, Stadion semeru, Jalan raya. keliling seharian mantap. Satu lagi di Jakarta ada PRJ yang hanya 1 tahun Sekali dikotaku PJR setiap hari (Pusat Jajanan Rakya). Rasanya 18 tahun disana tak cukup bagiku, kini aku jauh di barat kota itu. Mininggalkan Orang tua, Saudara, Kawan dan guru-guru tercintaku. Disini Aku jadi orang perantau, Mencari Ilmu untuk kehidupan yang lebih baik. Jika aku pulang nanti aku datang ke guru bahasa maduraku yang sekarang ganti menjadi bahasa Inggris.
"Le, kok pancet bahasa mandura?" Pak Dri marah lagi tapi dari YM. tahu YM? YM itu singakatan dari Yang Marah, eh salah Yahoo Messenger. tapi Pak Dri punya YM ga ya???
"Eh, sudah-sudah saya coret kok pak, di atas."
Tentang sepeda goes lagi, pernah waktu itu aku jalan ke Kota Raja, sebutan untuk Biting daerah yang ada di Lumajang. Aku dan kawan-kawanku SMKN. Dipimpin I Nyoman anak bali yang lahir di Ujung Kalimatan tapi gede di Lumajang dan punya jiwa orang Lumajang, menyusuri jejak kota Raja itu. Sepeda goes kami kayu dengan lincah dijalan off-road maupun on road. Sungai demi sungai kami susuri bak gedebong pisang hanyut. Ide ini tercetus setelah kami menyatroni rumah Syahroni Master of Joke SMKN. Maksudnya singgah dan menghabiskan sumber daya yang ada contohnya komoditi yang paling diminati adalah kelapa mudah, dan itu tujuan utama menyatroni rumah Syahroni. Goes, goes dan goes lagi kami sampai di perumahan Biting Permai. bener permai atau enggak? Kami sampai di Benteng dekat Kota Raja itu. Tampak pemadangan yang sangat unik dan menarik kami mendapati Batu bata yang ukuranya tak lazim, sebesar bantal di kasurku. Sungguh menakjupkan
Kami mancoba naik melihat puncak benteng yang kata orang angker. Hafid, Fit Rondo, DJ Amal yang satunya anak TKJ penasaran juga. aku pun juga penasaran. Tiba-tiba...... Eng...ing...eng.......
Muncul suara yang tak tahu dari mana asalnya. "Woi....... Jangan main-main disitu, Kemarin ada anak Mati disitu." Tanpa pikir panjang semua kawanku beserta aku kalang kabut mirip kentut berhamburan entah kemana, meloncat menuju sepeda masing-masing, Nyoman kepala suku dari ekspedisi ini tak mau ketinggalan menggoes sepedanya sampai tak tahu ada lubang tersembunya dan jatuh berhamburan macam kambing kebakaran jengot terus masuk got.
Ini bisa disebut "Experience makes everybody so life." itu bahasa maduranya.
"Ciat................"
Apakah yang terjadi?
"Masih bilang bahasa madura?"
Ton...Teronton...Ton...
(Berakhir Babak Belur)
0 Response to "Lumajang, Bahasa Madura atau Inggris?"
Post a Comment