Tulisan Emas Dihatiku

Tulisan Emas Dihatiku

Ibu Engkau sang wanita termulia didunia ini
Ibu Engkau pelita pembawa maghligai surga
Hanya Engkau peneduh saat butiran hujan menghantam, menyerang laksana deburan ombak pasir
Hanya engkau pembawa jalan dunia terangku

Kasihmu takkan tertelan oleh sebilah pedang waktu, kekal abadi dan sejati
Tapi aku adalah buah emasmu yang tak dapat Engkau tuntun lurus dalam cerita hidupmu
Dan bergunung-gunung kasih sayang yang terberai
Engkau curahkan daya pancaran energi dalam linangan air mata bahagia
Yang akan membuatku menjadi sebuah sutra yang lembut dan putih
Itu hanya angan yang hilang diterpa angin
Aku tak menjadi sutra putih melainkan batu hitam yang keras

Dan belaian kasih yang tercurah slama ini
Itu sebuah rasa yang teramat luas untuk diriku
Bahkan dikala aku tak berdaya, Engkau tetap disampingku menaungi,melindungi dari segala bahaya
walau keringat membasahi kulitmu yang napak kusam,berelif dan penuh luka bercampur nanah Engkau tak perduli akan semua itu
ibu....ibu...oh...ibu...
Inilah buktiku yang tak pantas atas juangmu untukku
Ibu,ku coba, ku resapi,ku renungi tentang apa yang Engkau t’lah beri aku tak pantas dalam naunganmu
Dan ini Aku dan baktiku masih secuil dari cintamu
Engkau akan s’lalu ada dalam “TULISAN EMAS DI HATIKU”

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tulisan Emas Dihatiku"